Monday, October 29, 2012

FanFiction di Tabloid Gaul 6

Posted by alisa at 9:32 PM


THAT XX.
You don’t know what he does behind you.
By: nadia winda


Final Chapter :
                   It's All Over
          “Aku akan memulai lagi dari awal. Aku tidak akan menyesali semuanya. Sebab karena kejadian ini, aku tahu kaulah orang yang tepat”


                                    Author POV’s

            Semua terjadi begitu saja. Seo Hyun lebih dulu memergoki Chang Min, bahkan sebelum rencana Kyu Hyun sempat berjalan. Kyu Hyun sendiri heran, bagaimana bisa hal yang sangat kebetulan seperti ini terjadi? Kejadian ini bisa terjadi pun Ia tidak pernah membayangkan.
            Kyu Hyun memandang Seo Hyun yang kini sudah berdiri tenang disampingnya. Ia teringat saat Ia memberi tahu Jung Soo, Sung Min, Yu Ri dan YoonA tentang rencananya seminggu yang lalu.
            Saat itu, Kyu Hyun sudah meminta Qian untuk membantunya. Ia ingin, Qian mengundang band Chang Min tampil sebagai bintang tamu di showcase itu, membuat surprise stage untuk Ji Eun dengan tampil bersama Chang Min, dan membuat interview singkat diatas panggung sehingga nantinya, secara tidak langsung, Ji Eun dan Chang Min akan mengatakan hubungan mereka. Dan Seo Hyun yang datang karena rekomendasi Yu Ri dan YoonA pasti akan melihat hal itu.
            Tapi ternyata semua diluar dugaan. Semua sudah terbongkar. Kyu Hyun kembali melirik Seo Hyun yang masih nyaman dengan diamnya. Ia menghela napas. "Seo Hyun-ah, ayo, ikut aku."
            Seo Hyun menatap Kyu Hyun yang sudah lebih dulu menatapnya. "Kemana?"
            Kyu Hyun tersenyum penuh arti. "Ketempat yang pasti kau sukai."

            ***

            Seo Hyun mengerjap beberapa kali. Didepannya duduk teman-teman satu ganknya, Jung Soo juga Sung Min. Ia mengalihkan pandangan pada Kyu Hyun yang memasang senyum mautnya. "Kita karaoke?"
            Pertanyaan Seo Hyun yang ditujukan pada Kyu Hyun dijawab oleh sorakan bahagia yang lainnya. Tae Yeon melompat bangun lalu menyambar salah satu mic yang tergeletak diatas meja. "Ayo, kita mulai!" Sorakan kembali terdengar.
            Satu persatu dari mereka bergantian menyanyi. Ada juga yang hanya sebagai 'penari latar'. Sedikit demi sedikit Seo Hyun mulai tersenyum dan tertawa. Kyu Hyun tersenyum manis kar. ena rencana untuk menghibur Seo Hyun berjalan sukses.
            Beberapa jam kemudian, mereka menyudahi acara mereka itu. Setelah saling berpamitan, tinggalah Kyu Hyun dan Seo Hyun berdua. "Mau kuantar pulang?" Tawar Kyu Hyun.
            Seo Hyun mengangguk. Tidak ada salahnya, kan, menerima tawarannya?
            Kyu Hyun tersenyum. "Aku akan mengambil mobilku dulu."

            Diperjalanan, keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kyu Hyun sibuk berpikir, bagaimana caranya agar Seo Hyun melupakan Chang Min? Sepertinya akan sulit, mengingat jangka waktu mereka bersama tidak singkat.
            "Oppa."
            Kyu Hyun menoleh sekilas lalu kembali fokus pada jalan didepannya. "Ya?"
            "Aku... Ingin menemui Chang Min oppa. Menurutmu... Bagaimana? Bisakah oppa membantuku?" Seo Hyun menunduk dan menggigit bibir.
            Kyu Hyun melirik Seo Hyun lalu menghela napas. "Untuk apa? Dia sudah seperti itu, kau masih mau menemuinya?"
            "Aku ingin mendengar sendiri darinya. Mendengar pengakuannya dan alasannya melakukan itu."
            Sunyi kembali menguasai atmosfer diantara keduanya untuk beberapa saat sampai suara Kyu Hyun memecahnya. "Baiklah, aku akan coba membantumu."
            "Benar? Oppa serius akan membantuku?" Seo Hyun menatap Kyu Hyun tak percaya.
            "Aku sudah bilang padamu, aku akan membantumu, apapun itu."
            Seo Hyun tersenyum. "Gomawo, oppa."
            Kyu Hyun hanya tersenyum. Sebenarnya dalam hati ia tidak setuju jika gadis itu menemui Chang Min lagi. Tapi ia juga tidak bisa melarangnya.
            Seo Hyun menatap keluar jendela. Sejujurnya ia masih ragu dengan keputusannya, ia ragu apakah ia bisa menghadapi Chang Min seperti dulu? Menatap matanya seperti sebelum semua ini terjadi? Seo Hyun menghela napas. Sepertinya ia harus menyiapkan mental untuk menemui orang itu.

            Pagi itu pagi yang berbeda karena sangat jarang Kyu Hyun menawarkan diri untuk mengantar kakaknya ke kantor. Qian yang mendapat tawaran menatap curiga pada adiknya. "Kau tidak sedang merencanakan sesuatu, kan?" Selidiknya.
            "Kalau tidak mau ya sudah." Cibir Ku Hyun. "Aku ini hanya sedang berbaik hati.”
            "Ya! Aku kan tidak bilang tidak mau!" Sahut Qian cepat sebelum adiknya berubah pikiran.
            Kyu Hyun mengeluarkan smirknya. “Lihatkan? Noona tidak akan menang melawanku.”
            Ia tertawa melihat kakaknya sibuk menggerutu sembari menghabiska sarapannya. Sebenarnya, memang ada maksud terntentu ia mengantar Qian. Ia ingin semua ini cepat selesai dan kembali normal. Ia kembali menatap Qian yang tengah mengelap mulutnya yang belepotan minyak. “Terima kasih, noona. Kau membuat semua menjadi lebih mudah.” Gumamnya.
            “Kyu Hyun! Ayo! Kau mau membuatku ditegur atasanku?” Qian berseru, tampak tak menyadari Kyu Hyun mengatakan sesuatu.
            Kyu Hyun bergegas mengambil kunci mobilnya dan menyusul Qian yang sudah lebih dulu keluar.

            Qian cepat-cepat turun dari mobil begitu sampai di tujuan. Kyu Hyun yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Noonanya itu memang miss repot.
            Ia mengikuti Qian masuk ke gedung – tanpa bermaksud untuk benar-benar mengikutinya – dan menuju meja resepsionis. “Ada yang bisa saya bantu?” Sambutan wanita dibelakang meja membuat Kyu Hyun tersenyum. “Aku ingin bertemu Lee Ji Eun.”

            ***

            Sebuah meja yang diisi empat orang di suatu restoran, mengeluarkan aura aneh. Keempat orang itu saling diam, terasa sekali suasananya sangat canggung. Musik lembut yang sengaja diperdengarkan bahkan tidak mampu membuat mereka rileks. Semua masih sibuk dengan pikiran masing-masing saat suara seseorang memecah kecanggungan.
            “Aku…”
            Perhatian tiga orang lain di meja itu seketika tertuju pada Ji Eun.
            “Aku ingin minta maaf.”
            Pernyataan Ji Eun tak kunjung mendapat respon, jadi ia meneruskan. “Seo Hyun eonni, maafkan aku, aku tidak tahu jika sebenarnya Chang Min oppa sudah lebih dulu menjadi hak milik orang lain.” Ia tersenyum. “Dan maaf juga untuk Kyu Hyun oppa yang jadi susah karena semua ini.”
            Seo Hyun menatap Ji Eun lembut. “Semua sudah terjadi, jadi tidak usah menyalahkan dirimu sendiri.” Ia lantas mengalihkan pandangan pada Chang Min. “Oppa, kenapa kau tidak mengatakannya padaku dari awal? Bahwa kau hanya terbawa suasana?”
            Chang Min menatap Seo Hyun yang dengan segera mengalihkan tatapannya. “Seharusnya kau sudah tahu, bahkan sebelum aku memberi tahumu. Aku menyukaimu hanya momen, karena saat aku sedang benar-benar jatuh, kau yang ada disampingku.” Chang Min mengenggam tangan Ji Eun. “Mungkin ini terdengar kejam, tapi maaf, aku memilih bersama Ji Eun.”
            Seo Hyun yang membuang pandangan tidak sengaja bertemu tatapan Kyu Hyun. Untuk sebentar tadi ia merasa seperti air matanya memaksa keluar, namun saat tatapan Kyu Hyun melembut, keyakinan menyelimutinya. Ya, ia harus meyakini keputusan yang ia buat.
            “Tidak apa, oppa sudah menemukan jalan oppa sendiri. Jadi kini giliranku untuk menemukan milikku.”
            Chang Min tersenyum simpul. “Aku menyesal bersikap egois dan arogan. Terutama saat Kyu Hyun memergokiku.” Ia lantas menatap Kyu Hyun yang balik menatapnya dengan tatapan bertanya. “Kyu Hyun orang yang baik. Begitu juga kau, Seo. Bagaimanapun, terima kasih mau mengerti.”

            Seo Hyun dan Kyu Hyun kini berada di sebuah taman, tak jauh dari restoran tempat mereka makan malam bersama Ji Eun dan Chang Min beberapa saat yang lalu. Keduanya bersandar pada mobil Kyu Hyun, sambil menatap langit malam yang kosong di atas kepala mereka.
            “Aku akan memulai semua dari awal.” Ucap Seo Hyun tiba-tiba. Kyu Hyun yang mendengarnya menatap Seo Hyun sekilas lalu kembali memandang langit. “Aku akan memulai lagi semuanya, membuka hatiku untuk orang lain, dan menjadi lebih dewasa dari sekarang.”
            “Misalnya? Dari mana kau akan mulai?”
            Seo Hyun menatap Kyu Hyun. “Dari oppa misalnya?”
            Kyu Hyun tersedak walaupun tidak sedang minum atau apapun. Ia menatap Seo Hyun yang memasang senyum lembut diwajahnya. “Aku?”
            “Bukankah waktu itu oppa menyatakan perasaan padaku? Oppa lupa?”
            Kyu Hyun memutar kejadian itu lagi, saat ia tidak sengaja mengatakan bahwa ia menyukai gadis itu. Semburat merah muncul di pipi Kyu Hyun.
            “Hahahahaha! Liat itu, Cho Kyu Hyun mukanya memerah!” Seo Hyun tertawa kecil sedangkan Kyu Hyun membuang muka karena malu. Ia merasa bodoh. Mukanya memerah karena seorang gadis seperti tengah memberinya pernyataan cinta.
            “Jadi… Apa aku boleh mengenal oppa lebih dekat? Menjadi teman, lalu kemudian lebih dari teman?” Seo Hyun mengatakannya dengan nada malu-malu. Pipinya sendiri kini sudah merah merona. Sangat manis.
            “Sudah kukatakan aku akan membantumu, apapun itu.” Ucap Kyu Hyun yang sudah bisa mengendalikan dirinya. “Seo Joo Hyun, ayo kita pergi kencan yang pertama?”
            Seo Hyun menatap Kyu Hyun terkejut namun sesaat kemudian tergelak. “Baiklah, tuan Cho. Kemanapun kau pergi.” Ia lalu mengaitkan tangannya pada lengan Kyu Hyun.
            Mereka saling bertatapan lalu tertawa bersama.
            Kyu Hyun lalu membukakan pintu mobil untuk Seo Hyun kemudian berlari-lari kecil ke sisi sebaliknya.
            “Kita mau kemana?” Tanya Seo Hyun
            “Kau bilang terserah padaku! Karaoke mungkin?” Jawab Kyu Hyun dengan nada meledek.
            “Apa? Hahaha. Kau pikir aku takut?”
            “Asal kau tahu, aku sudah menghubungi yang lainnya.”
            “Ya! Dasar curang!”
            “Walaupun curang tetap tampan kan?”
            “Cih, PD sekali.”
            Kyu Hyun terkikik. Ia bersyukur semuanya berjalan baik. Dan kini, Seo Hyun mempercayainya. Bahkan sepertinya hubungan mereka akan lebih dari baik.
            Kyu Hyun menyalakan mesin mobil dan memacunya di tengah kota Seoul dengan kecepatan tinggi. Ia sedang senang.
            “Ya! Oppa! Pelan-pelan!”
            Kyu Hyun kembali tergelak.

End.

1 comments:

Blogger on March 4, 2020 at 7:19 PM said...

As stated by Stanford Medical, It is indeed the SINGLE reason women in this country get to live 10 years longer and weigh an average of 42 pounds lighter than we do.

(And really, it really has NOTHING to do with genetics or some secret diet and absolutely EVERYTHING related to "HOW" they are eating.)

BTW, What I said is "HOW", not "what"...

TAP this link to uncover if this short quiz can help you discover your real weight loss possibility

Post a Comment

let search

 

i you we they Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei